| Date added: | 12/13/2011 |
| Date modified: | 12/13/2011 |
| Filesize: | Empty |
| Downloads: | 328 |
INDONESIAN-ENGLISH CODE MIXING IN TOURISM CONTEXT
(Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
dalam Konteks Pariwisata)
NURSJAM
Akademi Pariwisata Makassar
Jalan Gunung Rinjani Kota Mandiri Tanjung Bunga, Makassar
Telepon: (0411)838456
Pos-el: nursjam@yahoo.co.id
Abstrak
Tujuan penelitian ini ialah mengetahui alasan karyawan industri pariwisata (Makassar dan Toraja menggunakan model campur kode bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penggunaan kata-kata bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia disebabkan oleh (a) kontak bahasa, (b) pemenuhan kebutuhan, (c) kebiasaan mendengar kata-kata asing. (2) Penggunaan campur kode secara spontan (3) Model yang digunakan adalah (a) awalan di- digunakan untuk membentuk kalimat pasif, awalan meng- membentuk kalimat aktif, akhiran –an membentuk kata benda, akhiran –kan dalam bentuk kausatif dan enklitik –ki, enklitik –nya membentuk posesif dan kata sandang tertentu, (b) bentuk kata benda dan kata kerja yang tidak memiliki imbuhan bahasa Indonesia, (c) penggunaan kata sifat dan kata pinjaman tanpa imbuhan, (d) frasa bahasa Inggris berstruktur bahasa Indonesia. (4) Kata bahasa Inggris yang belum memiliki padanan dalam bahasa Indonesia dapat diajukan sebagai unsur-unsur pemerkaya kosakata bahasa Indonesia.
Kata kunci; campur code, konteks pariwisata, model
Abstract
The aims of this research are to know the reasons of tourism staff use code mixing model in their communication. The research result shows that (1) the usage of English words in Indonesian language caused by: (a) language contact, (b) need filling and (c) listening habit, (2) Indonesian-English code mixing is normally used in specific situation and time. (3) Models occurring in morphological structure namely: (a) prefix di- is used to form passive, prefix meng- is used to form active, suffix -an forms noun, suffix –kan is causative form, enclitics –ki, enclitics –nya is used to form possessive and definitive article, (b) noun and verb forms without having Indonesian affixes (c) using adjective and borrowing words without affixes, (d) using Indonesian structure in English phrases. (4) English words used in code mixing which have not any Indonesian synonym can be suggested as the words to enrich Indonesian vocabularies.
Key words: code mixing, tourism context, model